Dalam Reksadana, Anda akan menitipkan dana Anda bersama dengan investor lain kepada Manajer Investasi (MI). MI ini akan mengelola dana Anda sesuai dengan jenis Reksadana dan Prospektus yang Anda pilih, baik itu ke pasar uang, obligasi, maupun pasar saham. Selama proses administrasi, pengalihan dana Anda akan diperantarai oleh Bank Kustodian yang menyimpan dana Anda.
Sementara itu, dalam investasi saham, Anda bertindak seolah-olah menjadi manajer investasi untuk dana Anda sendiri. Karena itu, 100% dari dana tersebut akan diinvestasikan dalam saham. Anda dapat memilih jenis saham yang Anda inginkan, baik itu jangka pendek, panjang, dan sebagainya.
Dalam investasi, prinsipnya adalah High Risk = High Return. Oleh karena itu, saham memiliki risiko yang lebih tinggi karena Anda mengelolanya sendiri dengan dana yang relatif lebih sedikit. Diversifikasi juga tidak seluas reksadana saham yang dana nya berasal dari banyak orang. Namun, jika Anda berhasil, keuntungan dari saham bisa sangat besar. Tidak ada cerita bahwa Anda bisa mendapatkan return 200% per tahun dengan menabung di reksadana.
Reksadana saham cocok untuk Anda yang kurang berpengalaman, tidak memiliki banyak waktu, kurang bisa mengendalikan emosi, kurang memiliki pengetahuan, dan sebagainya, namun masih mengharapkan return yang lumayan, umumnya sekitar 10-15% per tahun. Terkadang, dalam kondisi tertentu seperti pasca krisis, nilai investasi dapat turun drastis terlebih dahulu sebelum mengalami kenaikan yang signifikan.
Saham cocok untuk Anda yang mau dan mampu mempelajari profil suatu perusahaan untuk investasi jangka panjang, mampu memperkirakan pergerakan saham untuk trading jangka pendek, dan bersedia meluangkan waktu untuk terus memantau portofolio Anda.