Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang sangat emosional, bahkan terhadap hal-hal kecil:
1. Karakter Temperamental: Individu dengan karakter ini cenderung lebih mudah tersulut emosinya dibandingkan dengan yang lain.
2. Pengendalian Emosi yang Buruk: Ketidakmampuan untuk mengelola emosi dan pelampiasan stres yang tidak sehat bisa memicu reaksi emosional yang berlebihan.
3. Stres dan Masalah Pribadi: Merasa tertekan atau memiliki banyak masalah dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap hal-hal kecil.
4. Gangguan Psikologis: Kondisi seperti gangguan mood, gangguan kecemasan, gangguan kepribadian, bipolar, atau borderline personality disorder (BPD) dapat menyebabkan reaksi emosional yang intens.
5. Malnutrisi: Kekurangan vitamin atau mineral tertentu dapat mengacaukan mood dan keseimbangan hormon.
6. Kurang Tidur: Pola tidur yang buruk, seperti begadang, dapat meningkatkan hormon kortisol (hormon stres) yang berdampak negatif pada mood.
7. Pola Hidup Tidak Sehat: Kurangnya olahraga, pola makan yang tidak sehat, dan begadang dapat membuat tubuh tidak fit, yang pada gilirannya mempengaruhi mood secara negatif.
Apakah sifat temperamental bisa disebabkan oleh faktor genetik?
Ya, bisa. Karakter manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor:
– Genetik: Karakteristik tertentu dapat diwariskan dari orang tua atau nenek moyang, sehingga anak dapat memiliki sifat yang mirip dengan orang tua atau kakek nenek mereka.
– Bawaan: Setiap orang memiliki bawaan lahir yang berbeda, yang mempengaruhi karakter mereka. Ini juga menjelaskan mengapa kembar identik bisa memiliki sifat yang berbeda.
– Lingkungan: Pola didik, kebiasaan, dan pengaruh lingkungan berperan penting dalam membentuk karakter. Misalnya, pola didik yang keras dapat menghasilkan anak yang keras kepala, sementara pola didik yang terlalu lembut dapat menghasilkan anak yang manja dan menuntut.