Ketika mendengar istilah “jodoh”, yang aku pahami dan yakini adalah jodoh bukan cuma soal pasangan tetapi juga manusia lain, seperti sahabat, kolega kerja, orang tua, saudara, manusia lain yang tidak sengaja kita temui di kehidupan kita, hingga orang yang kita tidak sukai atau benci.
Pemahaman ini aku dapatkan dari nonton serial “The OA” di Netflix. Serial itu menceritakan tentang seorang perempuan yang bisa berpindah universe. Dan di tiap universe itu dia berjodoh dengan satu laki-laki dengan pola relasi yang berbeda-beda. Di satu universe, relasi mereka adalah musuh. Tapi di universe yang lain, relasi mereka adalah suami istri. Dari situ aku percaya konsep jodoh bukan cuma soal orang yang kita sukai atau cintai. Selain dengan laki-laki ini, perempuan tersebut juga berjodoh dengan beberapa orang lainnya. Tentu saja relasi mereka pun berbeda-beda dalam setiap universe.
Akibatnya, jika pertanyaannya tentang apakah jodoh dapat terdiri dari satu atau lebih dari satu, saya akan menjawab, “Bisa!”
Saya juga yakin bahwa jodoh memiliki jendela waktu. Dalam hal hubungan pasangan, misalnya. Jika kita berpacaran dengan A, menikah dengan B, dan menua dengan C, maka ketiga orang ini adalah jodoh kita. Ketiganya diciptakan untuk mengajarkan kita tentang kekuatan Tuhan dan semesta alam serta tentang kehidupan.