1. Profil risiko adalah tingkat toleransi seseorang terhadap kerugian dalam berinvestasi. Ada tiga jenis profil risiko yang umum diketahui, yaitu konservatif, moderat, dan agresif.
Profil risiko konservatif tidak suka mengambil risiko kerugian dalam berinvestasi. Mereka lebih nyaman berinvestasi pada produk dengan risiko kecil, seperti deposito dan reksadana pasar uang. Profil risiko moderat lebih mampu menanggung risiko, sedangkan profil risiko agresif lebih memprioritaskan return yang besar meskipun dengan risiko yang besar pula.
2. Kita harus mengenal produk investasi yang akan kita pilih. Karena semua investasi memiliki risiko, tidak ada cara untuk menghilangkannya. Yang bisa kita lakukan adalah meminimalkan potensi kerugian dan memaksimalkan peluang untung. Salah satunya adalah dengan mengenal produk investasi tersebut, mengetahui risiko yang mungkin terjadi, dan potensi returnnya.
3. Kita perlu menentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai. Kita harus mengetahui kapan dan berapa dana yang harus tersedia untuk mencapai tujuan keuangan tersebut. Setiap jenis investasi memiliki jangka waktu yang ideal. Misalnya, reksadana pasar uang cocok untuk jangka waktu sekitar satu tahun, sedangkan investasi obligasi cocok untuk jangka waktu 3-5 tahun, dan seterusnya.