Apakah kelapa sawit menghabiskan kandungan air di tanah?
Share
Sign Up to our social questions and Answers Engine to ask questions, answer people’s questions, and connect with other people.
Login to our social questions & Answers Engine to ask questions answer people’s questions & connect with other people.
Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link and will create a new password via email.
Please briefly explain why you feel this question should be reported.
Please briefly explain why you feel this answer should be reported.
Menurut saya, tanah kering karena kelapa sawit ini karena pengelolaannya yang tidak efisien.
Apabila menggunakan prinsip berkelanjutan yaitu menanam tanaman sawit secara terus menerus pada lahan yang sama tanpa membuka lahan yang baru lagi, sehingga tidak menghabiskan lahan maka boros air ini atau membuat lahan kering tidak akan terjadi. Saat usia tanaman berakhir maka tanaman baru akan ditanam ulang di lahan yang sama. Banyak orang beranggapan menanam sawit harus membuka lahan baru karena lahan lamanya sudah tidak subur lagi.
Teknik pengelolaan sawit yang berkelanjutan adalah memperhatikan kelembapan air tanah dengan memanfaatkan tanaman kacangan. Menanam ini untuk kedepannya akan mengurangi resiko tanah kehilangan air dan menghemat pemakaian pupuk.
Tanaman penutup tanah adalah tumbuhan atau tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan / atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah. Penanaman tanaman penutup tanah (kacangan) sangat penting di perkebunan kelapa sawit. Untuk memperoleh manfaat yang maksimal, penanaman kacangan harus dapat seluruhnya menutup permukaan tanah atau 100% LCP.
Dengan pengelolaan tanaman sawit yang baik, maka seharusnya tidak ada lagi kekeringan akibat tanaman sawit menghabiskan air dan kehilangan kesuburannya. Disamping itu penelitian juga membuktikan bahwa biomas sebagai salah satu komponen penting kesuburan lahan pada kebun sawit meningkat dengan semakin tua umur kelapa sawit.
Tanaman kelapa sawit umur 4 tahun, menghasilkan biomas sekitar 40 ton per hektar/tahun, kemudian meningkat menjadi sekitar 93 ton pada umur 15 tahun. Pada saat umur 24 tahun (umur peremajaan kembali) volume biomas mencapai puncak yakni sekitar 113 ton/ha/tahun. Dan ketika diremajakan kembali, biomas tersebut dibiarkan di lahan untuk kesuburan lahan.
Dari biomas yang dipanen berupa buah sawit sebagian besar kembali ke lahan. Jika produksi buah sawit 24 ton/ha/tahun, maka minyak sawit yang diambil hanya sekitar 5 ton dan 19 ton sisanya merupakan biomas yakni berupa tandan kosong, cangkang dan lumpur yang semuanya dikembalikan ke lahan agar tetap subur.