Toru Kumon mengembangkan metode kumon dengan tujuan membantu putranya belajar matematika secara mandiri. Semua materi pelajaran dan pendekatan pembelajarannya dibuat sendiri olehnya. Dia menulis soal hitungan pada kertas terpisah dan kemudian menggabungkannya dengan pendekatan belajar mandiri yang memungkinkan putranya maju dengan kemampuannya sendiri. Beliau menciptakan model dasar pendidikan metode kumon, yang sekarang digunakan dalam sistem waralaba di 50 negara.
Ada 4 (empat) keistimewaan dari metode kumon, yaitu:
Penelitian yang dilakukan oleh beberapa universitas menunjukkan ada peningkatan kemampuan berpikir kreatif anak dengan metode kumon, yaitu:
- mengerjakan soal secara mandiri;
- mampu mengutarakan permasalahan dalam pelajaran;
- berani mengerjakan soal di depan kelas;
- kemampuan mengerjakan soal-soal bervariasi.
- mampu mengemukakan pendapat;
Beberapa orang tua yang menginginkan anak-anaknya cemerlang di mata pelajaran matematika secara dini mengirimkan mereka mengikuti les metode kumon bahkan beberapa sekolah mulai menerapkan metode kumon dalam kurikulumnya.
Namun, metode kumon mahal sehingga tidak semua orang tua mampu membayarnya atau tidak semua sekolah memiliki dana. Selain itu, materi yang diajarkan di metode kumon hanya aritmetika dan tidak sesuai dengan kurikulum sekolah di Indonesia. Bila guru kreatif, maka dia bisa menggunakan metode kumon dalam mengajarkan semua materi pelajaran matematika yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah di Indonesia.
Kemudian, tidak semua anak memiliki kecerdasan logical – mathematical intelligence
[1]
dan tipe belajar setiap anak berbeda. Oleh karena itu mandiri memang penting, tetapi interaksi sosial antara guru dan anak lebih penting.
Terima kasih Veni Johanna untuk permintaan jawabannya.
Semangat Membaca!!!
Catatan Kaki