Indikator bahagia bisa dilihat dari berbagai sudut pandang diantaranya yaitu:
- Tidak terikat oleh sesuatu, tidak terikat di sini dalam arti kontekstual dan batiniah bahwa semua hal di dunia ini merupakan washilah (perantara) untuk mencapai tujuan besar, seperti surga atau kehidupan yang lebih baik.
- Mendedikasikan diri untuk melakukan segala sesuatu sesuai pada batas kemampuan maksimal dirinya, selama manusia hidup, ia tidak akan pernah lepas dari yang namanya keinginan dan ambisi dimana itu merupakan bagian fitrah dari manusia. Maka melakukan segala hal dengan maksimal pada ruang lingkup peran, ruang, dan waktu pribadi menjadi penting untuk menyalurkan fitrah tsb.
- Memahami arti batas dan mengetahui kapan harus berhenti adalah penting. Sejak manusia hidup di dunia ini, masalah utamanya adalah memiliki keterbatasan dalam berbagai hal, dan hal ini secara wajar ditanamkan pada diri manusia. Manusia diberi keterbatasan untuk memahami bahwa ada kekuatan besar di luar dirinya yang mengontrol segalanya. Prinsip utama ciptaan manusia adalah memahami hal ini.
- Menyadari setiap momen yang terjadi pada kehidupan kita dan memberikan makna pada momen tersebut, sebagai makhluk berakal budi, manusia diberikan kehendak untuk mengatur perspektif terhadap suatu hal yang terjadi. Menyadari dan mau menggeser setiap perspektif pada suatu hal yang terjadi pada hidup kita baik hal tsb merupakan momen positif maupun momen negatif akan mampu menjadikan kita lebih bijaksana dan bahagia
- Berpikir positif, selalu bersyukur, tidak berpikir terlalu banyak, tidak membandingkan diri dengan orang lain, dan sebagainya. Pada dasarnya, ada banyak cara untuk bahagia. Namun, saya belajar dari filosofi kopi bahwa rasa manis, yang berarti kebahagiaan, terkadang tidak akan terasa tanpa mengetahui rasa pahit, yang berarti kesulitan. Saya sangat berterima kasih. :))