Aku memiliki usaha sendiri bersama orang tua (papa) di bidang konsultan retail dan IT. Papaku sebagai konsultan retail, sedangkan aku di bidang IT. Jadi, aku melayani pemasangan software dan pelatihan.
Mungkin ini bisa dibilang dropshipper dalam bentuk yang lain. Menurutku, dropshipper itu seperti makelar hahaha.
Selain usaha itu, aku juga menjadi dropshipper alat kampanye, terutama saat pilkada. Jadi, untuk usahaku yang pertama, sebenarnya aku memiliki developer aplikasi dan web. Kami mengerjakan proyek-proyek pemerintah, namun biasanya proyek seperti itu memiliki banyak potongan dan tidak selalu didapatkan setiap tahun. Aku memiliki 7 programmer freelance yang biasa mengerjakan software. Sistem pembayaran untuk para programmer ini berdasarkan proyek yang mereka kerjakan. Misalnya, jika aku memiliki proyek pembuatan web, programmer akan menjualnya kepadaku sekitar 20 juta. Dari harga tersebut, aku menaikkan harganya sekitar 300%, karena biasanya proyek pemerintah memiliki potongan yang cukup besar, terutama proyek jasa. Potongannya bisa mencapai 50%. Dari harga yang ditawarkan programmer kepadaku sebesar 25 juta, aku bisa menjualnya seharga 75-100 juta. Itu angka minimumnya. Keuntungannya sekitar 50 juta bersih setelah dipotong biaya-biaya untuk kepala dinasnya wkwkwk.
Saya juga menjual aplikasi yang siap digunakan. Aplikasi ini bukan saya yang mengembangkannya, saya membelinya dari seseorang ketika ada yang memesan. Jika ada yang ingin menginstal aplikasi ini, saya melihat klien terlebih dahulu. Jika klien kecil, biasanya dijual seharga 7-8,5 juta, dengan modal pembelian aplikasi sekitar 3 jutaan. Jadi, sisa sekitar 5 jutaan setelah dipotong biaya transportasi sekitar 1 juta, bersihnya 4 jutaan. Jika klien besar, harganya berbeda meskipun aplikasi ritel/unit simpan pinjamnya sama. Ada yang ingin dikenakan biaya hingga 46 juta, padahal modal untuk membeli aplikasinya sekitar 7 jutaan setelah dipotong biaya transportasi 9 kali dan biaya teknisi untuk instalasi jaringan sekitar 4 jutaan. Bersihnya sekitar 35 juta.
Selain itu, saya juga menjual alat kampanye. Saya menjual korek yang dicetak untuk kampanye pilkada. Jumlahnya sudah mencapai ratusan ribu pcs setiap pesanan. Pendapatannya, alhamdulillah bisa mencapai ratusan juta, alhamdulillah bisa digunakan untuk menikah hahaha.
Ngomong-ngomong, umur saya masih 24 tahun, sehari-hari hanya berjualan jajan hahaha. Kedua usaha di atas hanya sebagai sampingan, jadi jika tidak ada proyek yang terjadi, saya masih bisa tenang-tenang saja. Alhamdulillah, pendapatan tahun ini sudah mencapai sekitar 150 juta.