Tanggal 28 Desember 2019, pukul 23.29.
Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim produksi film Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini. Terima kasih telah membuat saya terhanyut dalam alur cerita yang begitu kuat dan emosional. Terima kasih juga kepada para aktor dan aktris yang berhasil menghidupkan karakter-karakter dengan begitu baik.
Film ini benar-benar mengguncang perasaan saya. Saya masih terpukau dengan kekuatan narasi dan penggambaran emosi yang begitu mendalam. Saya tidak sabar untuk berbagi pengalaman menonton film ini dengan orang-orang terdekat saya.
Meskipun saya tidak bisa memberikan ulasan yang mendalam kali ini, saya ingin mengatakan bahwa film ini layak untuk ditonton oleh semua orang. Jika Anda mencari pengalaman yang menggugah emosi dan membuat Anda terus memikirkannya setelah selesai menonton, maka Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini adalah pilihan yang tepat.
Terima kasih sekali lagi kepada seluruh tim produksi film ini. Saya berharap kesuksesan besar untuk film ini dan semoga dapat menginspirasi banyak orang.
Saya, seorang penggemar film, sebenarnya tidak begitu senang menonton film keluarga Indonesia. Saya selalu merasa bahwa semua film keluarga Indonesia memiliki pola yang sama, dengan konflik dan alur cerita yang selalu diulang-ulang dan terasa membosankan. Terlebih lagi, jika film tersebut diadaptasi dari sebuah buku seperti NKCTHI ini. Jadi, sejak awal saya sudah memiliki harapan yang rendah – bahkan bisa dibilang meremehkan – terhadap film ini.
Saya bukanlah pembaca buku. Bahkan, saya bisa mengatakan bahwa saya tidak suka membaca buku, itulah mengapa saya selalu menggunakan film sebagai cara ‘membaca’ saya. Jadi, jelas bahwa saya tidak tahu sama sekali bahwa film NKCTHI ini diadaptasi dari sebuah buku yang ternyata sangat populer.
Namun, meskipun memiliki harapan yang rendah dan tidak mengetahui popularitas NKCTHI ini, saya pergi ke bioskop dengan sikap yang sangat netral. Saya menjadi sangat objektif, tanpa prasangka, dan tidak memiliki harapan apa pun.
Saya belum pernah menangis sekeras ini di dalam bioskop sebelumnya.
Film keluarga biasanya hanya menampilkan sedikit realitas. Mereka hanya menggarisbawahi permukaannya, dibungkus dengan drama dan akting yang bagus agar terlihat nyata. Konflik yang ada hanya didasarkan pada titik trauma terendah dan tertinggi, menunjukkan hal-hal ekstrem yang mungkin hanya terjadi dalam beberapa keluarga. Dan pada akhirnya, cerita yang dibangun hanya memberikan momen kosong di pikiran penonton, hanya menghasilkan satu kata: “Oh, filmnya lumayan seru”. Itulah yang selalu saya rasakan ketika menonton film keluarga, terutama film keluarga Indonesia.
Tapi NKCTHI, mengubah semuanya.
Saya tidak keluar dari bioskop dengan perasaan kosong seperti biasanya, saya keluar dengan emosi yang meluap-luap, dengan perasaan puas, karena saya mendapatkan pelajaran dan pengalaman menonton yang baru yang belum pernah saya alami sebelumnya.
Seperti mesin, NKCTHI adalah tombol yang dapat memicu emosi penontonnya, meledak tanpa bisa ditahan, dan membangkitkan jiwa yang mungkin telah lama terlelap setelah terpendam selama ini.
Keluarga pada dasarnya adalah paradoks dari setiap individu yang tergabung di dalamnya. Setiap anggota keluarga pasti memiliki emosi yang saling bertabrakan. Pecahan dari tabrakan emosi ini akan terus terakumulasi, membentuk sebuah “bom” emosi yang siap meledak kapan saja, di mana saja. Bom ini semakin besar dan terbentuk dengan adanya konflik yang sengaja diabaikan atau tidak pernah diselesaikan sepenuhnya.
Dan NKCTHI berhasil menunjukkan bagaimana bom emosi ini terbentuk, membesar, dan meledak dengan sangat nyata dan sempurna.
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada sutradara, penulis skenario, dan penulis naskah karena berhasil menciptakan sinkronisasi yang sempurna dalam membangkitkan emosi penonton sepanjang film. Saya juga ingin berterima kasih kepada mereka karena tidak melupakan masalah-masalah utama dalam sebuah keluarga yang sering kali terlupakan, seperti kejujuran, favoritisme, ketergantungan, ketimpangan komunikasi, dan ilusi keluarga yang sempurna.
Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka karena telah dengan sepenuh hati menciptakan film dengan alur cerita dan fase yang sangat berkualitas. Mereka tahu kapan harus menahan cerita, kapan harus menggunakan kilas balik, kapan harus membangkitkan emosi penonton, dan kapan waktu yang tepat untuk membiarkan penonton merasakan emosi mereka sendiri. Sungguh brilian!
Saya juga ingin berterima kasih kepada desainer suara dan semua orang yang bertanggung jawab atas pemilihan soundtrack yang menjadi salah satu faktor utama yang membuat saya dan penonton lainnya menangis tersedu-sedu di dalam bioskop.
Terima kasih juga kepada sinematografer atas pengambilan gambar yang luar biasa, yang berhasil menggambarkan emosi secara implisit dan memungkinkan penonton untuk merasakan dan mengungkap misteri yang ada di dalam diri mereka sendiri. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh kru yang turut membantu dalam pembuatan film NKCTHI ini.
Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemeran yang telah memberikan akting berkualitas tinggi, membangkitkan emosi penonton untuk melepaskan dan menghargai emosi yang selama ini terpendam dan diabaikan.
Sahabat saya, teman lama saya yang juga menjadi salah satu admin WatchmenID dan menonton film ini, menangis tanpa henti setelah menontonnya. Dari awal hingga akhir film, dia terus menangis sambil menceritakan bagaimana film NKCTHI ini berhasil mengeluarkan emosi yang terpendam. “Film ini jahat, benar-benar jahat,” katanya sambil mengulang cerita, mengungkapkan tragedi yang pernah dia alami yang sama persis dengan yang ada dalam film.
Tiga baris di belakang saya juga mengalami hal yang serupa. Ada seorang wanita yang menangis dan teman-temannya mencoba menenangkannya. Meskipun bioskop sudah kosong dan semua orang sudah keluar, banyak dari kami masih mencoba mengumpulkan serpihan emosi yang tersebar di mana-mana.
Saya sendiri juga merasakan hal yang sama. Saya menangis sepanjang perjalanan pulang karena terus teringat dengan emosi dan ekspresi yang ditunjukkan oleh karakter Aurora. Saya merasa seperti melihat diri saya sendiri, seorang manusia yang terus menahan emosi dan mencoba menjauhkan diri, namun pada saat yang sama merasa terasing dari keluarga saya sendiri.
Saya yakin, semua penonton pasti akan memiliki ikatan emosional dengan salah satu atau beberapa karakter dalam NKCTHI ini. Saya sangat berharap banyak orang yang menonton film NKCTHI – baik mereka menyukainya atau tidak – agar mereka dapat merasakan apa yang saya rasakan; betapa leganya melepaskan beban emosi yang selama ini kita coba tutup.
Bagi saya, NKCTHI bukan hanya sekadar film. NKCTHI adalah momen yang akan selalu saya ingat, sebuah proses penyembuhan yang membuat saya sadar bahwa saya harus melepaskan beban emosi untuk bisa meraih kebahagiaan. Dan sekali lagi, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada penulis, sutradara, penulis skenario, seluruh kru, dan para pemain film ini atas pengalaman menonton yang tak terlupakan ini.