Fisika adalah ilmu alam yang mempelajari materi dan bagaimana mereka bergerak dan bertindak dalam ruang dan waktu serta konsep terkait seperti gaya dan energi.
Matematika adalah permodelan, dan saya menambahkan bahwa itu adalah permodelan yang dilakukan secara logika menggunakan bilangan.
Penjelasan berikut menunjukkan hubungan antara fisika dan matematika.
matematika banyak digunakan dalam ilmu pengetahuan untuk fenomena pemodelan. Hal ini memungkinkan ekstraksi perkiraan kuantitatif dari hukum-hukum percobaan. Misalnya, pergerakan planet dapat diprediksi dengan akurasi tinggi menggunakan hukum gravitasi newton yang dipadukan dengan perhitungan matematis. Ketakbergantungan kebenaran matematis dari percobaan manapun menyiratkan bahwa keakuratan perkiraan semacam itu hanya bergantung pada kecukupan model untuk menggambarkan kenyataan. Jadi, ketika munculnya beberapa perkiraan yang tidak tepat, itu berarti bahwa model harus diperbaiki atau diubah, bukan berarti matematika salah. Misalnya, presesi apsis atau perihelium Merkurius tidak dapat dijelaskan dengan hukum gravitasi Newton, tetapi dijelaskan secara akurat oleh Relativitas Umum Einstein. Pengesahan percobaan teori Einstein ini menunjukkan bahwa hukum gravitasi Newton hanyalah hampiran (yang masih sangat akurat dalam kehidupan sehari-hari).
Fisika tanpa matematika adalah ilmu cocoklogi (mengawang)
Matematika adalah ibu bagi ilmu fisika
Jika dianalogikan seperti seorang ibu (matematika) dan anak (fisika), maka matematika adalah yang lebih sulit karena, anak yang bandel akan sulit untuk si ibu mengasuh nya. Ini sama halnya bahwa semakin sulit teori yang jelaskan maka akan semakin sulit permodelan nya secara matematis.