Apa sih Arwah Gentayangan itu ?
Apa yang terlintas di benak Anda saat saya menyebutkan arwah gentayangan? Apakah ada sesuatu yang mengganggu Anda? Atau bahkan sesuatu yang membuat Anda sedih? Apakah itu bahkan tidak ada dalam iman Anda?
Memang, arwah gentayangan ini sering digambarkan sebagai sesuatu yang negatif dan mengerikan, mirip dengan film hantu Hollywood. Namun, saya harus memberi tahu Anda bahwa kenyataan yang terjadi malah membuat saya sedih dan sedih.
Arwah gentayangan adalah jiwa yang, setelah meninggal dunia, tidak dapat kembali ke dimensi atas, di mana mereka seharusnya berada. Kebanyakannya masih terjebak dalam dimensi ke-4 atau dimensi gelap.
Apa yang menyebabkan jiwa-jiwa ini terjebak ?
Kalau saya boleh menyimpulkan saya rasa itu semua disebabkan oleh pemikiran yang salah dan ketidaktahuan mereka harus berpulang kemana. Setiap ciptaan Tuhan diberikan kehendak bebas, termasuk para jiwa-jiwa yang baru saja mengalami kematian fisik. Pikiran dan hati merekalah yang mengantarkan mereka kemana tujuan mereka berpulang.
Jiwa yang masih terikat urusan duniawi seperti belum ikhlas, masih dendam, marah, terlalu bersedih tidak bisa naik ke proses selanjutnya, karena hati mereka yang memang memutuskan belum mau pergi. Jiwa-jiwa yang seperti ini rawan sekali tergoda oleh bujukan dan rayuan entitas negatif seperti makhluk jatuh. Jiwa-jiwa yang terbujuk oleh makhluk jatuh yang menawarkan akan membalaskan dendamnya ataupun menolong dirinya, sertamerta akan menjadi hak milik makhluk tersebut, mereka menjual jiwanya. Jiwa yang seperti ini nantinya akan rusak, inilah penyebab adanya wujud arwah yang buruk rupa seperti layaknya di film-film Hollywood. Itu semua karena mereka terlalu tercemari dengan energi-energi negatif.
Apakah Arwah Gentayangan itu adalah jin ?
Saya seringkali mendapatkan pertanyaan maupun pernyataan semacam ini. Saya tidak bisa sertamerta menyalahkan statement itu, karena memang case seperti ini ada penjelasannya.
Berulangkali saya jelaskan dalam dunia astral merubah wujud adalah skill dasar. Saya menyetujui bahwa ada entitas lain seperti jin, iblis atau bahkan malaikat sekalipun bisa merubah wujudnya menjadi arwah-arwah ini dengan tujuan tertentu. Yang bisa membedakan mereka adalah signature energinya, namun sayangnya tidak banyak manusia yang bisa melihat makhluk astral bisa membedakan signature ini sehingga rawan termanipulasi. Namun sekali lagi yang namanya arwah ya arwah, bukan makhluk lainnya.
Apakah makhluk astral jika mati bisa menjadi arwah gentayangan ?
Saya sudah menjanjikan akan menjawab pertanyaan ini.
Kita harus telaah lebih dulu makhluk astral apa yang dimaksud ? Sebut saja jin, apakah jika jin mati maka dia akan menjadi arwah gentayangan? Jawabannya adalah tidak. Tentunya jika Anda pernah membaca jawaban-jawaban saya, saya sering menjelaskan perbedaan antara jiwa dan Roh. Bahwa jiwa hanyalah bagian dari Roh itu sendiri. Pada case ini jin adalah jiwa yang membedakan antara jin dengan manusia adalah manusia diberi tubuh fisik sehingga hidup di dimensi ke 3, sedangkan jin tidak. Selain itu jenis entitas mereka berbeda, bahan pembuatannya juga berbeda, hanya saja berasal sama-sama dari ciptaan ilahi. Jin yang mati, akan mengalami proses yang mirip pada manusia. Mereka juga bisa mengambil pembelajaran yaitu terlahir kembali sebagai manusia.
Bagaimana dengan entitas yang sudah berupa Roh seperti iblis,malaikat, spirit animal, dewa-dewi, apakah mereka bisa mati ? Ini agak kompleks kalau dijelaskan, tapi mudah-mudahan saya bisa menjelaskan dengan baik untuk Anda pahami. Jawabannya adalah tidak, mereka tidak mengalami kematian seperti pada manusia, jika itu yang Anda maksud, namun mereka bisa musnah. Roh adalah energi ilahi, energi sifatnya kekal, semua entitas yang berada di jalan Tuhan tidak akan pernah musnah dan akan kekal abadi selamanya. Karena pemusnahan adalah semua atas ijin Tuhan. Pemusnahan di sini berarti Rohnya dimurnikan kembali, melebur dan menyatu dengan sang ilahi, ada kemungkinan energi ini direset dan dijadikan Roh baru lagi tanpa membawa kesadaran lamanya.
Apa yang menjadi sorotan Anda saat ini ?
Saya sangat menyayangkan bahkan bisa dibilang sebal dengan doktrin tentang jiwa manusia berdosa harus masuk neraka apapun alasannya, entah itu karena penyucian dosa ataupun karena hukuman dari Tuhan. Ketahuilah saudaraku terkasih, hal-hal semacam itu tidaklah ada. Itu hanya sekedar doktrin palsu yang digunakan untuk menyesatkan para jiwa-jiwa yang berpulang ini.
Banyak sekali dengan sukarela jiwa-jiwa yang mengalami kematian fisik ini, menyerahkan dirinya kepada makhluk negatif berharap agar dosanya dimurnikan atau mereka dengan yakin merasa pantas masuk neraka/dimensi gelap karena merasa berdosa dan takut akan murka Tuhan.
Para malaikat juga tidak akan bisa berbuat apa-apa, karena mereka tidak bisa mengganggu atau mencampuri kehendak bebas jiwa-jiwa ini. Kecuali memang jiwa tersebut ingin berpulang ke Tuhan, namun diambil paksa oleh para makhluk jatuh itu.
Harus perlu ada campur tangan manusia lainnya dan manusia yang bertugas untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang tersesat dalam dimensi gelap ini, sehingga malaikat bisa bergerak menyelamatkan. Itulah fakta yang terjadi. Makanya saya sering mengajak saudaraku terkasih untuk selalu mendoakan jiwa-jiwa yang belum naik agar bisa naik ke dimensi yang lebih baik dan seharusnya.
Kesimpulan :
Karena Tuhan adalah Maha Pengampun, jiwa harus kembali ke dimensi atas untuk melanjutkan prosesnya ke tahap berikutnya, apapun dosanya. Aturan karma—juga dikenal sebagai “tabur tuai” atau “hukum karma”—sudah ada di mana-mana. Namun, Tuhan tidak mengintervensi keinginan bebas manusia; bahkan setelah diselamatkan dari dimensi gelap atau neraka, ada yang menolak untuk naik. Perwakilan Tuhan tidak dapat memaksakan keputusan ini karena sekali lagi itu pilihan mereka sendiri, kehendak bebas mereka.
Karena jumlah mereka yang belum naik jauh lebih besar daripada jumlah manusia yang masih hidup di Bumi ini, kita harus bisa mendoakan mereka. Setidaknya, doa Anda memberikan energi positif yang mereka butuhkan untuk berpikir logis dan kembali kepada Sang Ilahi. Kita harus mendoakan mereka dan berterima kasih atas doa mereka.