Anak pertama saya, yang berumur 7 tahun, pergi dengan ibunya ke toko swalayan yang cukup besar. Saat itu juga, istri saya dan anak kedua saya, yang berumur 5 tahun, pergi bersama mereka. Anak-anak yang dilepas di swalayan biasanya berlari dan jalan sesuka hati mereka, meskipun mereka telah diinstruksikan untuk tidak jauh dari orang tua mereka. Sebelum ada yang menanyakan, saya masih di luar kota, jadi istri berbelanja sendirian.
Karena sibuk berbelanja, istri saya tidak menyadari kalau anak pertama saya tidak lagi membuntuti di belakangnya sampai waktunya membayar di kasir.
Dia sempat panik dan mencari anak saya di setiap lorong swalayan, tetapi dia tidak menemukannya. Karena putus asa, istri saya mencoba menggunakan bagian informasi untuk memberi tahu orang lain bahwa dia kehilangan anaknya. Meskipun setelah ditunggu beberapa waktu, tidak ada hasil. istri kawatir kalau anak saya menjadi korban penculikan.
karena putus asa dan anak saya yang kedua rewel, istri saya memutuskan pulang dengan harapan anak saya yang besar sudah pulang jalan kaki karena lokasi swalayan tidak terlalu jauh dari rumah dan beberapa kali pernah ikut ke swalayan itu.
alangkah terkejutnya sesampai di tempat parkir motor ternyata anak pertama saya sedang menunggu duduk diatas sadel motor. melihat ibunya, dia menangis karena menunggu lama ibunya tidak datang. alhamdulillah anak saya ketika tidak menemukan ibunya di swalayan dia memutuskan keluar menuju ke tempat parkir, mencari motor saya dan menunggu diatas motor.
suatu tindakan yang saya anggap cukup cerdas.