Dalam bahasa pemrograman, fungsi “return” umumnya digunakan untuk menginstruksikan program agar keluar dari fungsi yang dipanggil dan mengembalikan nilai tertentu ke fungsi yang memanggilnya. Di Python, jika “return” tidak dinyatakan, maka secara default “return” akan mengembalikan nilai None.
- def dipanggil():
- print(“Saya dipanggil!”)
- return
- def pemanggil():
- print(“Saya pemanggil”)
- kembali = dipanggil()
- print(“Saya pemanggil”)
- print(“Kembali”, kembali)
- pemanggil()
Hasilnya:
Saya pemanggil
Saya dipanggil!
Saya pemanggil
Kembali NoneJika misalnya kita menyatakan nilai yang direturn misalnya:
- def dipanggil():
- print(“Saya dipanggil!”)
- return 1
- def pemanggil():
- print(“Saya pemanggil”)
- kembali = dipanggil()
- print(“Saya pemanggil”)
- print(“Kembali”, kembali)
- pemanggil()
Hasilnya:
Saya pemanggil
Saya dipanggil!
Saya pemanggil
Kembali 1Contoh lain dalam C, jika tidak dinyatakan, “return” akan mengembalikan 0 (tapi dengan warning dari compiler)
- int main(void) {
- puts(“Dalam main”);
- int kembali = dipanggil();
- puts(“Dalam main”);
- printf(“Kembali: %d”, kembali);
- }
- int dipanggil(void) {
- puts(“Dalam dipanggil”);
- return;
- }
Hasilnya:
Dalam main
Dalam dipanggil
Dalam main
Kembali: 0