Sebelum perceraiannya, tante saya adalah orang terkaya di kampung. selalu memberikan dana setiap tahun untuk pembangunan kota seperti pengaspalan jalan, pembuatan aliran air selokan, dll. Anak-anaknya juga memiliki sawah yang diberi nama sesuai dengan nama mereka. Dengan kata lain, dia terlihat menarik di kota. Namun, kehidupannya berubah secara dramatis setelah perceraiannya dengan pasangannya. Bukan malah menjadi lebih baik, tetapi malah menjadi lebih buruk.
Karena perjodohan eyang saya, tante saya menikah. Saat itu, dia baru saja lulus sekolah menengah atas dan segera dinikahkan dan dibawa ke ambon. Suaminya adalah supervisor produksi di perusahaan manufaktur. Karena itu tidak mengherankan jika kehidupannya pada saat itu seperti Cinderella.
yaaa… setelah 20 tahun, pernikahan itu kanda karena orang ketiga. tante saya yang curang, saya akui. dia sedari remaja orang yang polos, ga ngerti pacaran, taunya nikah, hidup enak, makan tinggal makan, eh tetiba di gombalin guru ngajinya, jadilah ambyar rumah tangganya. parahnya lagi dia rela kehilangan hak asuh ke 3 putrinya demi laki2 itu. ternyata setelah proses perceraian, keluarga besar baru tahu kalau laki2 itu istrinya dimana mana dan semuanya di nikahin secara siri. ribet dan ruwet lah keadaannya dulu. bahkan saya masih ingat, eyang kakung pernah mengusirnya dan ga bolehin lagi menampakkan mukanya di kampung. tau lah gimana sakitnya orang tua, kasih yang terbaik, malah di buang demi yang katanya CINTA. yaa.. tante saya bilagnya, dia nikah sama suaminya karena ingin berbakti, bukan karena cinta. dan dia baru merasakan CINTA sama tuh laki2.
sekaranag kehidupan tante saya nomaden alias pindah2 tempat, laki2 yang di CINTA nya meninggal karena sakit komplikasi. anaknya dengan laki2 itu kini kelas 4 SD. keluarga sudah mengajaknya pulang, tapi dia ga mau. mungkin karena malu, atau ada alasan lain, saya kurang tau.
menurut saya, tidak semua yang di pilih orang tua itu buruk, dan juga baik. banyak jga kan, di jodohkan tapi ternyata kelakuannya buruk, tapi orang tua ga tau. jadi alangkah lebih baik jika kita, ketika sudah memilih calon, kenalkan lebih awal dengan orang tua. entah gimana ya, orang tua selalu tau, bagaimana calon menantunya, sikapnya, perilakunya dll. sudah kayak ada feeling gitu deh.. saya mengalaminya, makanya bisa bilang gini. sebelum memperkenalkan suami ke ortu, saya pernah 4x ngajak mantan pacar kerumah, dan ke 4 4 nya, ga ada komentar dari ortu. barulah setelah saya bawa suami waktu itu, ibu saya bilang, “kapan di resmikan”.
nantilah mungkin saat saya jadi orang tua yang siap mantu, saya akan tau gimana feeling antara orang tua dan calon menantu itu bisa klik..