Saya seorang SSA yang sedang berusaha menekan perasaan ini.
Perasaan suka tidak bisa hilang, namun HANYA BISA ditekan seumur hidup. Ada beberapa usaha yang telah saya lakukan sendiri dan berhasil menekan perasaan sekuatnya, yaitu.
- Mengenal diri sendiri. Kenali dirimu, kenali perasaanmu yang menyimpang itu lalu terimalah sebagai ujian dari Tuhan.
- Berpikir homophobic. Membentuk identitas baru akan sulit dilakukan karena masih ada perasaan ke sesama. Ubah pandanganmu ke sesama menjadi jelek, seperti “semua homo sama aja bikin sakit hati”, “aku gak laku di mata sesama, mending ke lawan jenis aja deh”, “aku ingin punya anak sedangkan hubungan sejenis gak bisa melahirkan anak sedarah”, “ih gak usah deket-deket lu homo”, “berpacaran dengan sesama membosankan”, “wajah sesama burik semuanya 🤮”. Untuk membangun pola pikir ini lebih mudah, silakan kamu masuk ke grup Facebook bernama “Penyefonk Western”, di situ tempat yang anti banget dengan LGBT+.
- Ganti identitasmu dari homoseksual ke heteroseksual. Dengan melepas identitas homo maka kamu akan plong rasanya, namun kamu juga harus membangun identitas heteroseksual supaya kamu terpaku pada hal-hal berbau lawan jenis.
- Prioritaskan pandangan ke lawan jenis. Saya mengerti pandangan pertama seorang homo tertuju ke sesama. Maka prioritaskan pandangan ke lawan jenis dan tatap terus hingga terbiasa.
- Bangun dan pegang prinsip identitas baru sebagai heteroseksual. Prinsip yang kamu pegang menjadi landasan yang kokoh mempertahankan identitas.
- Tutup akses yang menjerumuskan kembali. Entah teman, postingan, following, aplikasi homo dating, dan lain lain, semuanya ditutup. Ini untuk memblokade pikiran kamu.
Cara ini saya lakukan hingga sekarang, namun saya masih kurang puas ingin menekannya lagi hehe. Berikutnya kalau ada kesempatan, saya akan berbagi update informasi mengenai cara-cara saya menekan perasaan ini.