Apakah masih ada terminologi politik cebong-kampret atau togog-kadrun sesudah Pilpres 2024?
Abdullah SafiPundit
Apakah masih ada terminologi politik cebong-kampret atau togog-kadrun sesudah Pilpres 2024?
Share
Saya perhatikan bahwa pembelahan ini walaupun buruk bagi demokrasi namun sangat bermanfaat bagi para otoritarian agar bisa membuat undang undang yang represif.
Kalau di luar negeri, rakyat sudah pada sadar kalau musuh mereka bukan sesama rakyat namun musuh rakyat adalah para otoritarian yang merampas harta dan kedaulatan rakyat dengan cara korupsi dan mengganggu kehidupan demokratis dalam berbangsa dan bernegara.
Dunia internasional sudah mengetahui hal ini, maka muncul gerakan milk tea alliance yang didirikan oleh para aktivis demokrasi dari berbagai negara yang bertujuan untuk melawan para otoritarian di negara masing-masing agar bisa membangun kehidupan demokratis dalam berbangsa dan bernegara.
Perang yang sebenarnya adalah antara demokrasi yaitu rakyat bersama pemimpin pro-rakyat melawan otokrasi yaitu para otoritarian korup yang berusaha untuk merampas aset dan kedaulatan rakyat. Bukan antara sesama rakyat yang berbeda pandangan. Jangan mau diadu domba oleh para otoritarian!