Sebelum membahas terkait paradoks paling rumit, mari kita membahas terkait contoh-contoh paradoks yang terjadi pada sekitar kita.
Peter Thiel Peter Thiel (pengusaha), dalam bukunya “Zero to One”, membahas mengenai bagaimana sebuah start-up dapat berkembang dan menjadi besar. Tapi, berjalan pada isi buku tersebut sebenarnya membahas mengenai konsep “The Contrarian Truth” (kebenaran yang berlawanan) atau biasa kita sebut dengan paradoks.
- Sebagai contoh, topik tentang bagaimana berhasilnya sebuah startup dibahas. Sebagian besar pendiri bisnis baru berpendapat bahwa ada satu resep utama yang memungkinkan seluruh bisnis berhasil. Namun, kebenaran yang bertentangan adalah resep tidak pernah ada; startup dapat berhasil dengan berbagai cara, tetapi juga gagal, yaitu tidak dapat memonopoli pasar.
Ketika konsep paradoks ini kita angkat ke cakupan yang lain, banyak hal yang dapat kita pelajari.
- Sebagai contoh, Dale Carnegie membahas bagaimana menjadi disukai orang dalam bukunya yang berjudul How to Win Friends and Influence People. Secara singkat, kita akan menyukai orang yang pintar, hebat, ganteng, dan atribut lain yang luar biasa. Padahal faktanya adalah sebaliknya. Sebenarnya, secara tidak sadar, kita cenderung lebih menyukai orang yang menunjukkan kelemahan dan kelemahan mereka.
- Contoh lainnya : Dalam bukunya Adam Grant, pada buku Give and Take yang membahas mengenai psikologi organisasi, menceritakan terkait seseorang yang menceritakan dirinya sendiri dalam sebuah peer group merasa lebih mengenal kawan-kawannya. Padahal, dia tidak mendengarkan cerita apapun dari lawan bicaranya.
Contoh diatas adalah contoh kecil paradoks dari segi sosial.
Bagaimana konsep paradoks tersebut ditemukan?
Paradoks tersebut ditemukan dan diterapkan oleh orang-orang yang berpengalaman atau yang melakukan penelitian mendalam di bidang tersebut.
Jadi, mereka memiliki tingkat pemahaman yang sangat tinggi dan ditempatkan di posisi teratas pada segitiga “Hirarki Pengetahuan”, yang mencakup “Wisdom” atau “Kebijaksanaan”.
Sulitnya mencapai tingkatan tersebut membuat tidak semua orang dengan mudah akan menyadari keberadaan paradoks sebelum orang tersebut memahami atau melihat sesuatu dari tingkat pemahaman paling tinggi.
Namun, kita yang masih belajar dapat mengambil dan menerapkan konsep paradoks tersebut dengan membaca literatur atau mencari tahu dari orang-orang yang sudah pada posisi tersebut untuk mendapatkan wisdom-nya seperti mengambil pelajaran dari penyebutan contoh-contoh pardoks diatas.
Apakah paradoks yang paling rumit?
Bagi saya, paradoks yang paling rumit adalah yang paling mendasar: Paradoks kehidupan. Paradoks apa yang perlu kita ketahui untuk berhasil pada kehidupan?
Sebelum mencapai tingkat tertinggi tentu saja kita tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Sehingga muncul pertanyaan selanjutnya:
- Literatur apa yang perlu kita baca?
- Siapakah contoh yang dapat kita ambil pelajarannya?
- Literatur apa yang perlu kita baca?
Sadarkah bahwa sebenarnya konsep paradoks ini juga tercantum dalam Al-Quran pada Surah Yasin:36 “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh Bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui,” Pasangan pada ayat tersebut tidak terbatas pada pasangan hidup (couple) tapi lebih luas yaitu pasangan dari segala sesuatu (pair).
Paradoks adalah salah satu konsep berpasang-pasangan. Teori awal akan berpasangan dengan teori paradoks yang berkebalikan (pair/counterpart).
Konsep berhasil dalam Islam sering kali mengajarkan hal-hal yang paradoksial dibandingkan dengan apa yang ada di muka bumi ini.
Acuan keberhasilan bagi dunia ini berfokus kepada hal-hal yang mudah dilihat oleh kasat mata seperti harta, tahta, dan wanita. Ingat kembali bahwa hal-hal yang kasat mata tersebut berada pada tingkatan terbawah segitiga pengetahuan diatas yang berkutat pada simbol dan indra penglihatan (symbol and sense).
Sementara secara paradoks, konsep Islam adalah berfokus kepada apa yang tidak kasat mata. Bahkan hal tersebut menjadi dasar bagi pemeluk Agama Islam untuk percaya pada hal yang ghaib yaitu beriman kepada Allah SWT, Hari Akhir, Qada dan Qadar, dengan acuan keberhasilan yaitu surga. Hal-hal yang ghaib adalah berupa visi (ada namun tidak tampak) yang menduduki tingkatan tertinggi segitiga pengetahuan yang berupa vision.
- Siapa tokoh yang dapat menjadi contoh pencarian paradoks?
Filsuf adalah orang-orang yang ingin mencapai tingkat pemahaman tertinggi, dapat dibilang juga mengejar tingkatan “Wisdom” pada segitiga pengetahuan. Islam sendiri memiliki filsuf paling terkenal dalam proses pencarian paradoks tersebut, yaitu Nabi Ibrahim AS.
Metode yang paling umum digunakan filsuf adalah mempertanyakan kenapa sesuatu dapat terjadi. Hal tersebut yang membawa kepada pertanyaan utama kehidupan. Siapakah yang yang dapat membuat segala sesuatu dapat terjadi?
Masyarakat pada jaman dahulu kala berhenti mencari jawaban tentang konsep ke-Tuhanan dengan menciptakan simbol-simbol seperti terciptanya dewa-dewi Yunani, Romawi, atau berhala. Seluruhnya adalah hal instant dan mudah yang kasat mata. Ingat bahwa keberadaan simbol dan sense berada pada tingkatan terbawah di segitiga pengetahuan. Pada titik tersebut kita tidak akan berhasil atau mengetahui paradoks yang ada di dunia ini.
Sementara Nabi Ibrahim AS selalu mempertanyakan siapakah Zat yang patut untuk disembah? Apakah Zat yang patut disembah adalah berhala? Kemudian berpindah. Apakah Zat yang patut disembah adalah Matahari? Kemudian berpindah lagi. Apakah Zat yang patut disembah adalah Bulan dan Bintang? dan terakhir mengambil kesimpulan jika Tuhan yang patut disembah adalah Zat yang dapat menciptakan dunia dan segala isinya.
Pencarian dalam pemahaman tersebut seluruhnya membutuhkan proses pemikiran yang mendalam dalam mencapai “Wisdom”. Hingga muncul jawaban bahwa yang patut disembah adalah Allah SWT (“tidak nampak namun ada” – keberadaannya pada tingkat tertinggi segita ilmu pengetahuan).
Kesimpulannya adalah : paradoks utama berhasil pada kehidupan bukan dengan menjalankan aturan dunia, melainkan menjalankan aturan akhirat, maka dunia akan mengikuti.